Kamis, 22 Desember 2016

Performance Test: AMD Catalyst 15.7 Driver

Performance Test: AMD Catalyst 15.7 Driver



Tanggal 9 Juli 2015 kemarin, AMD merilis driver terbaru mereka, Catalyst 15.7 WHQL. Driver yang akan menggantikan posisi Catalyst 15.6 Beta tersebut dirumorkan memiliki sejumlah fitur dan performa tambahan bagi beberapa GPU AMD. Melihat keberadaan driver ini cukup membuat ‘heboh’ para pengguna card AMD yang selama ini menanti driver baru, kami dari JagatOC memutuskan untuk menguji driver Catalyst 15.7 dan dan melihat lebih dekat apa saja yang berubah.
Let’s go!

Ruang Lingkup Pengujian

Pengujian driver kami dilakukan secara sederhana, dimana kami menggunakan 2(dua) sistem dengan spesifikasi berbeda , lalu menguji performanya dengan beberapa benchmark sintetis, dan juga dua buah game.
Benchmark sintetis yang kami gunakan adalah 3DMark Fire Strike/ Fire Strike Extreme dan 3DMark API Overhead Test, sedangkan untuk game-nya sendiri, kami menggunakan Far Cry 4 dan GTA V.
Sebagai perbandingan, kami menyertakan hasil pengujian dengan driver Catalyst 15.6 Beta.

Spesifikasi Testbed

Kami menggunakan 2(dua) sistem yang berbeda untuk menguji driver Catalyst 15.7, sistem tersebut adalah:
Sistem 1 – APU Low-end

  • Prosesor: AMD APU A8-7650K
  • Motherboard: MSI A68HM-E33, Chipset A68
  • RAM: Team DARK 2x4GB (@ DDR3-2133 CL10)
  • VGA: Integrated AMD Radeon R7 (384 Radeon Cores)
  • Storage: Kingston HyperX 3K 240GB
  • PSU: Enermax NAXN 500W
  • CPU Cooling: Stock HSF
  • OS: Windows 8.1 64-bit

Sistem 2: FX + High-end GPU


  • Prosesor: AMD FX-6300
  • Motherboard: MSI 970 Gaming, Chipset 970
  • RAM: Team DARK 2x4GB (@ DDR3-1866 CL9)
  • VGA: AMD Radeon R9 290X 4GB GDDR5
  • Storage: Kingston HyperX 3K 240GB
  • PSU: Enermax NAXN 500W
  • CPU/GPU Cooling: Stock
  • OS: Windows 8.1 64-bit

Sekilas Mengenai Catalyst 15.7 – Tambahan VSR


Informasi hal baru pada Catalyst 15.7 pernah kami bahas secara singkat pada artikel sebelumnya, namun kami akan sedikit mengulang hal tersebut di sini, terutama mengenai dukungan VSR(Virtual Super Resolution).
VSR merupakan sebuah metoda untuk memerintahkan GPU menggambar dengan resolusi lebih tinggi dari yang didukung secara native oleh monitor, lalu men-downscale-nya sesuai dengan resolusi native. Dengan VSR, Anda bisa mendapat gambar sedikit lebih lebih ‘tajam’ walaupun menggunakan resolusi monitor kecil (pernah dibahas di sini). Tambahan: Umumnya, Anda harus menggunakan konektor display HDMI/DisplayPort/DVI untuk mengaktifkan VSR.
Pada Catalyst 15.7, AMD memperluas dukungan VSR, dan konon bahkan memberikan dukungan VSR pada APU. Lihat screenshot di bawah ini:
Catalyst 15.6 Beta (no VSR Option)


Catalyst 15.7 WHQL (Ada opsi VSR)


Sejujurnya, dukungan VSR pada APU ini agak unik, kami sendiri mempertanyakan keefektifan VSR saat dipasang pada APU yang memiliki processing power relatif rendah. Namun mungkin ada beberapa game lawas yang bisa memberikan kualitas visual lebih berkat resolusi ekstra, tanpa terlalu membebani APU.


Read More >>

Easy Overclocking Test: Intel Core i5-6600K di ASUS Z170-A

Easy Overclocking Test: Intel Core i5-6600K di ASUS Z170-A



Prosesor Intel Core i7-6700K dan Core i5-6600K, dikenal juga dengan sebutan codename ‘Skylake‘, baru saja dirilis. Tentunya, sebagai prosesor dengan akhiran ‘K’, sudah jelas bahwa kedua prosesor ini memiliki kemampuan overclocking yang bisa dimanfaatkan. Kami sudah pernah melakukan pengujian singkat terhadap overclocking Intel Core i7-6700K ‘skylake’ pada artikel terdahulu, dan sekarang saatnya kami mencoba prosesor Skylake yang lebih terjangkau: Core i5-6600K.

Disclaimer :
1)Tingkat overclocking yang didapat pada setiap pengujian kami bisa jadi berbeda dengan apa yang Anda dapatkan, bergantung pada kualitas CPU, Integrated Memory Controller(IMC), RAM, VGA, dan lain sebagainya.
2) Overclocking yang tidak dilakukan dengan benar dapat memberikan efek negatif bagi sistem Anda (mulai dari ketidakstabilan, hingga kerusakan permanen hardware). Jangan meng-overclock kalau anda tidak benar-benar yakin dengan apa yang anda lakukan. Lakukan OC dengan resiko ditanggung sendiri, DO IT AT YOUR OWN RISK!

Ruang Lingkup dan Metoda Pengujian



Pengujian di artikel ini bertujuan untuk mencari tahu kemampuan overclocking prosesor Core i5-6600K dengan cara semudah mungkin. Untuk itu, demi menjaga pengujian tetap singkat, kami memutuskan untuk:
  • Tidak mengganti kecepatan memori DDR4(dibiarkan pada default SPD, DDR4-2133CL15)
  • Tidak Mengganti BCLK
  • CPU Core Voltage yang diuji hanya 2(dua) setting, 1.25V dan 1.45V

Metoda singkat pencarian clockspeed CPU kami adalah sebagai berikut:
  • Masuk BIOS, set CPU Core Voltage ke 1.25V.
  • Tingkatkan CPU Ratio & Ring Ratio satu demi satu, Save & Exit
  • Masuk OS, Jalankan Benchmark Cinebench & Game Watch_Dogs. Restart.
  • Tingkatkan CPU Ratio hingga hang & tidak bisa masuk OS.
  • Saat crash terjadi, turunkan CPU Ratio 1-2 step. Umumnya ini adalah titik paling stabil dari CPU. Ukur temperatur dan Konsumsi Daya.
  • Ulangi dengan Voltase 1.45v

Testbed



Untuk pengujian ini, kami menggunakan spesifikasi PC sebagai berikut:
  • CPU: Core i5-6600K ‘Skylake’
  • Motherboard: ASUS Z170-A
  • RAM: G.Skill Ripjaws 4 DDR4-3000CL15(berjalan pada SPD, DDR4-2133Mhz CL15)
  • VGA: MSI GTX 980Ti Gaming 6G
  • Storage: Kingston HyperX Fury 120GB
  • PSU: Corsair AX1200i
  • CPU Cooler: Corsair H80 Watercooling


Read More >>

Mengenal OC: Menjawab 10 Pertanyaan Dasar Mengenai Overclocking (2016)

Mengenal OC: Menjawab 10 Pertanyaan Dasar Mengenai Overclocking (2016)

Overclocking(OC), sebuah teknik untuk membuat PC beroperasi lebih kencang, sudah ada sejak puluhan tahun lalu. Sebegitu luasnya topik yang satu ini, sehingga kami perlu mendirikan sebuah website khusus, JagatOC.com, untuk membahas topik ini lebih mendalam.
Meski pembahasan mengenai overclocking sudah umum di kalangan pengguna Enthusiast, dan sebagian besar dari Anda yang membaca website JagatOC mungkin sudah memiliki pengetahuan dasar overclocking, kami masih melihat ada beberapa pertanyaan mendasar yang cukup sering dilontarkan mengenai overclocking.
Maka dari itu, untuk membuat lebih banyak pengguna mengenal overclocking, kami mencoba merangkum 10 Pertanyaan Mendasar soal Overclocking yang sering kami temui akhir-akhir ini, dan menjawabnya secara singkat untuk Anda yang benar-benar awam dan baru dengan overclocking. Oh ya, perlu diingat, di sini kami hanya membahas konsep overclocking, dan bukan guide spesifik untuk menuntun Anda langkah demi langkah melakukan overclocking.
Sebagai catatan tambahan, dengan hanya mengetik kata ‘overclocking’ pada Google maupun Youtube, Anda kemungkinan besar bisa mendapat jawaban dari pertanyaan overclocking yang ingin Anda utarakan, malah bisa jadi Anda mendapat data lebih lengkap dari jawaban yang kami miliki di artikel ini :)
Baik, mari mulai!

Pertanyaan #1: Apa Itu Overclocking?

Jika Anda mencari apa arti overclocking, kemungkinan besar Anda akan menemukan ratusan hasil yang tata bahasa-nya berbeda namun artinya serupa. Secara umum dalam konteks computingOverclocking merupakan sebuah metode/teknik untuk menjalankan komponen PC dengan kecepatan yang lebih tinggi dari standar pabrik-nya.
Jika dilihat lebih dekat, kata ‘overclocking’ atau ‘overclock’ diambil dari kata ‘over‘ dan ‘clock‘(singkatan dari clockspeed, sebutan umum untuk kecepatan sebuah komponen PC)
Sebagai contoh, lihat gambar berikut ini:

*klik untuk memperbesar*
Sebuah Core i3 6100 ‘Skylake’ memiliki kecepatan standar 3.7Ghz (3700Mhz). Saat kita mengubah setting tertentu dan membuat prosesor tersebut berjalan di 4.4Ghz seperti terlihat di atas, kita sudah melakukan overclocking.
Hal yang sama berlaku pada GPU/VGA. Dimana misalnya ada VGA yang memiliki clockspeed GPU 1000Mhz, lalu kita jalankan di 1200Mhz dengan bantuan tool overclocking, kita melakukan overclocking pada VGA tersebut.
Read More >>

Easy Overclocking Test: Intel Core i7-6700K di MSI Z170A Gaming M


Easy Overclocking Test: Intel Core i7-6700K di MSI Z170A Gaming M7


Prosesor Intel Core i7-6700K dan Core i5-6600K, dikenal juga dengan sebutan codename ‘Skylake‘, baru saja dirilis. Tentunya, sebagai prosesor dengan akhiran ‘K’, sudah jelas bahwa kedua prosesor ini memiliki kemampuan overclocking yang bisa dimanfaatkan. Namun, seberapa jauh prosesor Intel Skylake bisa di-overclock? Mari simak uji overclocking kami berikut ini!


Disclaimer :
1)Tingkat overclocking yang didapat pada setiap pengujian kami bisa jadi berbeda dengan apa yang Anda dapatkan, bergantung pada kualitas CPU, Integrated Memory Controller(IMC), RAM, VGA, dan lain sebagainya.
2) Overclocking yang tidak dilakukan dengan benar dapat memberikan efek negatif bagi sistem Anda (mulai dari ketidakstabilan, hingga kerusakan permanen hardware). Jangan meng-overclock kalau anda tidak benar-benar yakin dengan apa yang anda lakukan. Lakukan OC dengan resiko ditanggung sendiri, DO IT AT YOUR OWN RISK!

Ruang Lingkup dan Metoda Pengujian

Pengujian di artikel ini bertujuan untuk mencari tahu kemampuan overclocking prosesor Core i7-6700K dengan cara semudah mungkin. Untuk itu, demi menjaga pengujian tetap singkat, kami memutuskan untuk:
  • Tidak mengganti kecepatan memori DDR4(dibiarkan pada default SPD, DDR4-2133CL15)
  • Tidak Mengganti BCLK
  • CPU Core Voltage yang diuji hanya 2(dua) setting, 1.25V dan 1.45V
Metoda singkat pencarian clockspeed CPU kami adalah sebagai berikut:
  • Masuk BIOS, set CPU Core Voltage ke 1.25V.
  • Tingkatkan CPU Ratio & Ring Ratio satu demi satu, Save & Exit
  • Masuk OS, Jalankan Benchmark Cinebench & Game Watch_Dogs. Restart.
  • Tingkatkan CPU Ratio hingga hang & tidak bisa masuk OS.
  • Saat crash terjadi, turunkan CPU Ratio 1-2 step. Umumnya ini adalah titik paling stabil dari CPU. Ukur temperatur dan Konsumsi Daya.
  • Ulangi dengan Voltase 1.45v



Untuk pengujian ini, kami menggunakan spesifikasi PC sebagai berikut:
  • CPU: Core i7-6700K ‘Skylake’
  • Motherboard: MSI Z170A Gaming M7
  • RAM: G.Skill Ripjaws 4 DDR4-3000CL15(berjalan pada SPD, DDR4-2133Mhz CL15)
  • VGA: MSI GTX 980Ti Gaming 6G
  • Storage: Kingston HyperX Fury 120GB
  • PSU: Corsair AX1200i
  • CPU Cooler: Noctua NH-D14


Read More >>


Read More >>

like please!